LAPORAN PERKECAMBAHAN PENGARUH SUHU

on Kamis, 06 Maret 2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia , hewan dan tumbuhan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau ). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.
Misalnya saja pada tanaman kacang hijau. Kecambah sebagai salah satu bahan pangan yang kaya dengan vitamin sehingga kecambah sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia/tubuh. Bagi orang Indonesia tanaman kacang hijau adalah tanaman yang penting, karena Indonesia terkenal dengan makanan yang bernama bubur kacang hijau yang biasanya disantap untuk menghangatkan badan. Namun dibalik segala kegunaan pertumbuhan kacang hijau yang baik itu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya .Mengapa hal itu bisa terjadi ? ,mungkin sebagian orang tidak mengetahui sebabnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi adanya pertumbuhan kecambah yang paling penting adalah cahaya. Pertumbuhan kecambah akan lebih cepat bila ada cahaya, jika kecambah tersebut ditaruh di tempat gelap maka pertumbuhannya akan lambat.
Oleh sebab itu kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pembuatan makalah ini. Kami ingin membuktikan bahwa teori yamg sudah ada itu benar.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1.      Adakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau?
2.      Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari perhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau ?
3.      Bagaimanakah perbedaan tanaman kacang hijau yang diletakan di ruang yang terkena sinar matahari secara langsung, terkena cahaya melalui celah dan di ruang yang sangat sedikit cahayanya?
4.      Bagaimanakah tempat yang cocok untuk tanaman kacang hijau?
1.3 Tujuan Penelitian
            Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.      Untuk mengetahui adanya pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
2.      Untuk mengetahui dan membuktikan bahwa cahaya matahari berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
3.      Untuk mengetahui dan membuktikan adanya perbedaan pada tanaman kacang hijau yang di letakkan di ruang yang terkena sinar matahari secara langsung, dan yang terkena cahaya matahari melalui celah dan di ruang yang sangat sedikit cahayanya.
4.      Dan untuk mengetahui keadaan tempat yang paling cocok untuk tanaman kacang hijau.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang disimpulkan setelah melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui adanya pengaruh cahaya matahari pada pertumbuhan kacang hijau dan pengaruh cahaya matahari bagi tumbuhan kacang hijau.
2.      Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian pada tanaman kacang hijau.
3.      Dapat dijadikan sebagai bahan referensi pembuatan kecambah.
4.      Sebagai sarana belajar bagi siswa.



BAB II
LANDASAN TEORITIS
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan angka). Sedangkan  perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
            Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan biji kembali.
            Perkecambahan adalah munculnya plumula (tanaman kecil dari dalam biji). Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal dan hypogeal. Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga  dan kotiliden terangkat ke atas tanah, misalnya kacang hijau. Sedangkan perkecambahan hypogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah, misalnya pada biji kacang kapri.
            Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya yang diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya,  cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone pertumbuhan). Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi.
            Cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang daripada waktu gelapnya). Hal tersebut berhubungan dengan aktifitas hormon fitokrom dalam tumbuhan. Selain mempengaruhi pembungaan, fitokrom berpengaruh terhadap etiolasi, pemanjangan batang, pelebaran daun, dan perkecambahan.
            Fitokrom adalah protein dengan kromatofora yang mirip fikosianin. Fitokrom mempunyai dua macam struktur yang reversible yaitu yang dapat mengabsorpsi cahaya merah (600 nm) disingkat Pr dan yang dapat mengabsorpsi cahaya merah jauh, far red (730 nm) disingkat Pfr.

A. Pertumbuhan Pada Tumbuhan
            Secara umum pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuatan sel kelamin betinan dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
            Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu :
1. Pertumbuhan Primer
            Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio,  bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. Tunas embrionik, yaitu calon batang dan daun
b.Akar embrionik, yaitu calon akar
c. Kotiledon, yaitu cadangan makanan

Description: H:\bluetooth\2-2f-1.jpg





Gambar : Embrio Tumbuhan
            Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.
Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya terbagi menjadi 3 daerah :
a. Daerah pembelahan
            Sel-sel didaerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
            Berada dibelakang daerah pembelahan
c. Daerah Diferensiasi
            Bagian paling belakang dari daerah ini daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan tunas lateral yang akan menjadi cabang.
2. Pertumbuhan Sekunder
            Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumbuhan.
-      Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kembium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
-      Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak diantara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis
-      Kambium yang berada disebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara pembentukan  xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.
·         Kedalam membentuk feloderm : Sel-sel hidup
·         Keluar membentuk floem : Sel-sel mati
Description: lingkaran-daun.jpg

                                            




Gambar: Lingkaran Daun
B. Faktor  yang  mempengaruhi pertumbuhan

No
Nama Hormon
Fungsi
1
Auksin
a. Merangsang perpanjangan sel.
b. Merangsang pembentukan bunga dan buah.
c. Merangsang pemanjangan titik tumbuh.
d. Mempengaruhi pembengkokan batang.
e. Merangsang pembentukan akar lateral.
f. Merangsang terjadinya proses diferensiasi.
2
Giberellin
a. Merangsang pembelahan sel kambium.
b. Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya.
c. Merangsang pembentukan buah tanpa biji.
d. Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa.
3
Sitokinin
a. Merangsang proses pembelahan sel.
b. Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.
c. Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.
d. Meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan seperti suhu rendah, infeksi virus, pembunuh gulma, dan radiasi.
e. Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat kandungan protein dan klorofil yang seimbang dalam daun (senescens).
4
Gas Etilen
a. Membantu memecahkan dormansi pada tanaman, misalnya pada ubi dan kentang.
b. Mendukung pematangan buah.
c. Mendukung terjadinya abscission (pelapukan) pada daun.
d. Mendukung proses pembungaan.
e. Menghambat pemanjangan akar pada beberapa spesies tanaman dan dapat menstimulasi pemanjangan batang.
f. Menstimulasi perkecambahan.
g. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar.
5
Kalin
a. Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar.
b. Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.
c. Filokalin, mempengaruhi pembentukan daun.
d. Antokalin, mempengaruhi pembentukan bunga.
6
Asam Absisat (ABA)
a. Menghambat perkecambahan biji.
b. Mempengaruhi pembungaan tanaman.
c. Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian.
d. Mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi.

7
Asam traumalin / Asam traumalat
Memperbaiki luka pada tumbuhan (proses restitusi / regenerasi)

2.Nutrisi
            Tanaman mutlak membutuhkan unsur-unsur hara esensial dalam pertumbuhannya. Adapun peranan unsur-unsur tersebut dapat diuraikan secara ringkas seperti dibawah ini:

1. Nitrogen (N), peranannya :
            * Merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman hingga tumbuhnya anakan.
            * Membuat tanaman lebih hijau karena banyak mengandung butir hijau daun.
            * Merupakan bahan penyusun klorofil, lemak, dan protein.

2. Fisfor (P), peranannya :
            * Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan sistem perakaran yang lebih baik
            * Mempercepat pembungaan dan pemasakan buah iji, atau gabah.
            * Memperbesar persentase pembentukan bunga menjadi buah.
            * Sebagai bahan penyusun inti sel lemak dan protein

3. Kalium (K), perananya :
            *Memperlancar fotosintesis
            *Membantu pembentukan protein dan hidrat arang
            *Sebagai katalisator dalam transformasi tepung, gula, dan lemak tanaman
            *Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman
            *Meninggikan kualitas rasa dan warna dari buah dan bunga
            *Meninggikan daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan.
            *Mempercepat pertumbuhan jaringan merismatik

4. Magnesium (Mg), perananya :
            *Merupakan bahan penyusun klorofil
            *Mengaktifkan enzim yang berperan pada metabolisme karbohidrat.
            *Menaikkan kadar minyak pada berbagai tanaman penghasil minyak

5. Kalsium (Ca), perananya :
            *Merangsang pembentukan bulu-bulu akar dan biji-bijian
            *Mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman.

6. Belerang (S), peranannya :
            *sebagai penyusun utama ion fosfat
            *Menambah kandungan protein dan vitamin
            *Membentuk bintil akar tanaman kacang-kacangan dan butir hijau daun.

7. Klor (Cl) peranannya :
            *Meningkatkan kuantitas dan kualitas tanaman

8. Besi (Fe), peranannya :
            *Membentuk klorofil

9. Mangan (Mn), peranannya :
            *Menyusun klorofil dan proses fotosintesis
            *Mearngsang perkecambahan biji dan pemasakan buah

10. Tembaga dan Seng (Cu dan Zn), peranannya :
            *Mengatur sistem enzim tanaman dan membentuk klorofil
            *Diperlukan pada tanah alkalis dan organik

11. Borium (B), peranannya :
            *Meningkatkan kualitas dan kuantitas sayur dan membentuk klorofil
            *Meningkatkan produksi biji-bijian pada tanaman dan kacang-kacangan

12. Molibdenum (Mo), peranannya :
            *Membantu proses Fiksasi N untuk tanaman kacang-kacangan, jeru, dan sayur-mayur

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Motode
            Metode yang kami gunakan adalah metode penelitian. Tujuannya untuk
membuktikan bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.

3.2 Tempat
            Tempat yang digunakan untuk penelitian kecambah kacang hijau adalah:
Þ  Untuk tempat terang, tanaman kecambah kacang hijau kami letakkan halaman rumah
Þ Untuk tempat gelap, tanaman kecambah kacang hijau kami letakkan didalam rumah

3.3  Waktu
3.3.1 Kami melakukan penelitian selama tujuh (5) hari.
3.3.2 Pengukuran Kecambah Kacang Hijau ditempat terang Pukul 02.00 Siang
3.3.3 Pengukuran Kecambah Kacang Hijau ditempat gelap Pukul 02.00 Siang

3.4 Alat dan Bahan
3.4.1. Alat yang dibutuhkan dalam penelitian :
ü  Gelas
ü  Bekas air mineral gelas
ü  Mistar / Penggaris / Alat ukur
3.4.2 Bahan yang dibutuhkan dalam penelitian :
ü  Tanah secukupnya
ü  Kacang Hijau 10 Butir : (5 Butir diterang) & (5 Butir digelap)
ü  Air Secukupnya

3.5 Cara kerja         
1. Merendam kacang hijau selama 1 jam
2. Memasukkan tanah ke dalam dua pot
3. Meletakkan kacang hijau sebanyak 5 butir didalam kedua pot
4. Meletakkan satu pot ditempat terang, dan satunya lagi ditempat gelap
5. Mengamati, menilai, dan menanggapi tentang pengaruh cahaya pada pertumbuhan biji kacang hijau setiap hari selama 5 hari setelah penanaman hari ke-3.
6. Mencatat perkembangan-perkembangan yang terjadi pada biji kacang hijau.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
            Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau
   Þ   Pengamatan dan pengukuran 5 hari
  Þ    Sampel 4
  Þ    Perlakuan 2 ( Terang dan Gelap )
Tabel 1 : Pertumbuhan kecambah ditempat terang
No
Hari/Tanggal
Tinggi Kecambah (mm)
Rata - rata
Sample 1
Sample 2
Sample 3
Sample 4
1
Rabu, 14-08-2013
10
15
7
10
10.5
2
Kamis, 15-08-2013
20
25
13
15
18.25
3
Jumat, 16-08-2013
50
60
30
25
41.25
4
Sabtu, 17-08-2013
60
90
65
90
76.25
5
Minggu, 18-08-2013
100
110
95
120
106.25
Rata – rata
48
60
42
52


Tabel 2 : Pertumbuhan kecambah ditempat gelap
No
Hari/Tanggal
Tinggi Kecambah (mm)
Rata - rata
Sample 1
Sample 2
Sample 3
Sample 4
1
Rabu, 14-08-2013
20
25
30
20
23.75
2
Kamis, 15-08-2013
40
50
55
45
47.5
3
Jumat, 16-08-2013
60
85
85
80
77.5
4
Sabtu, 17-08-2013
140
160
170
175
161.25
5
Minggu, 18-08-2013
195
236
244
240
228.75
Rata - rata
91
111.2
116.8
112


4.2 Pembahasan atau analisa data
Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Faktor lingkungan (cahaya) sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah/kacang hijau ini. Cahaya yang selain berpengaruh terhadap proses fotosintesis juga berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ dan keseluruhan tumbuhan.
Dalam keadaan terang, batang memiliki auksin yang sedikit, karena auksin mengalami kerusakan jika terkena cahaya sehingga pertumbuhan tumbuhan pun terhambat. Tetapi walaupun begitu, tumbuhan dalam keadaan terang memiliki banyak klorofil dan tumbuh berkembang. Sedangkan dalam keadaan gelap, batang memiliki banyak auksin sehingga tumbuh lebih panjang. Tetapi dalam keadaan gelap ini walaupun tumbuh dengan lebih cepat daripada yang terkena cahaya, tumbuhan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus, tidak berkembang (mengalami etiolasi), batang membengkok ke arah cahaya dan berumur pendek.

BAB V
PENUTUP
5.1   Kesimpulan
1.      Cahaya digunakan tanaman untuk proses fotosintesis.
2.      Tanaman yang kurang cahaya (ditanam di area gelap) batangnya lebih panjang, hal ini karena tanaman berusaha mencari cahaya untuk keperluan fotosintesis.
3.      Tanaman yang cukup cahaya terlihat lebih sehat dan segar.
4.      Daun tanaman-tanaman yang kurang cahaya jauh lebih kecil dan kusam kekuningan dibandingkan dengan tanaman yang cukup cahaya. Daun tanaman yang cukup cahaya lebih lebar, hijau segar.
5.      Pada tanaman yang berada di tempat yang gelap hormon auksin bekerja lebih aktif daripada tanaman yang terkena cahaya, sehingga tanaman yang berada di tempat yang gelap terjadi pemanjangan sel. Di tempat yang terang hormon auksin mudah rusak oleh intensitas cahaya yang tinggi.
6.      Di tempat yang terang pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan di tempat yang gelap terjadi etolasi (pemanjangan diujung melekuk).
7.      Jadi, hormon mempercepat pertumbuhan batang dan cahaya menghambat pertumbuhan.
5.2  Saran
Untuk menanam tanaman yang baik cahaya matahari sangat di perlukan untuk pertumbuhan yang optimal, meskipun pertumbuhan nya cendrung lambat karena terhambatnya pertumbuhan karena hormon auksin yang bereaksi dengan matahari,namun itu semua untuk mendapatkan hasil optimal. Oleh karena itu dalam menananam tanaman hendaknya perhatikan aspek-aspek yang harus di penuhi dalam menananam tanaman yang baik seperti sianar matahari yang cukup.
Dan juga :
1.      Sebelum penanaman, terlebih dahulu dilakukan perendaman untuk memecah doremansi (Masa berhentinya pertumbuhan akibat kondisi lingkungan yang tidak sesuai) biji itu sendiri. Jadim sebaiknya perendaman lebih dimaksimalkan agar berhasil memecahkan dormansi biji yang akan ditanam. Sehingga kesalahan pengamatan lebih dapat diminimalisir.
2.      Memilih biji kacang yang masih segar sehingga dapat memaksimalkan penelitian. Kondisi pencahayaan libih dimaksimalkan baik penempatan ditempat terang, maupun penempatan ditempat gelap.     `          


DAFTAR PUSTAKA
Syamsuri, M.Pd. Istamar. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga
Pratiwi, D.A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga


0 komentar:

Posting Komentar